Belajar ICT

Advertisements
Posted in Uncategorized | Leave a comment

Materi dari Ms. Riri

Berikut materi dari Ms. Riri

Materi Nouns

Article

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Materi Workshop Internet Sehat Pekan KIM VII Tahun 2013 di Kab. Sumenep

Materi Workshop Internet Sehat

Pada Acara Pekan KIM ke VII tahun 2013 di Kab. Sumenep

di Ikuti oleh Peserta KIM dan Masyarakat Umum

presentasi-penerapan-internet-sehat-1

Cara Setup Add on Mozilla

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pelatihan TIK bagi Anggota KIM

Untuk pemberdayaan KIM maka anggota KIM akan di Kenalkan TIK sehingga akan menimbulkan sinergi antar KIM dan Masyarakat. Dari sekian banyak anggota KIM maka terjadi kesenjangan antara KIM yang berada di Pusat Kota dengan Pelosok Desa. Diharapkan dengan adanya Pelatihan ini pemanfaatan TIK bagi KIM akan berdayaguna serta menjadikan KIM sebagai agen Informasi dari masyarakat untuk masyarakat.

Dalam pelaksanaan TIK di Fasilitasi Oleh Dinas Komunikasi dan Informatika yang bersinergi yaitu :

Bidang Jaringan Komunikasi

Sebagai koordinasi dengan anggota KIM yang ada di Jawa TImur.

Bidang Pemberdayaan TIK

Sebagai koordinasi penyelenggaraan Materi Workshop TIK bagi Anggota KIM

Posted in Teknologi Informasi | Leave a comment

Perencanaan Infrastruktur Teknologi Informasi

Kita bekerja di Kantor, Organisasi Publik ini tentu tidak asing dengan peralatan seperti Komputer, Laptop, Internet termasuk bandwidth semua mengacu pada perencanaan, baik jangka menengah dan jangka panjang dengan baik dan benar serta yang paling penting adalah Peralatan tersebut dengan dapat bermanfaat bagi organisasi.

Dengan demikian Dukungan Infrastruktur tersebut dapat memberikan kontribusi yang baik pada organisasi untuk menuju pencapaian tujuan organisasi itu.

Posted in Teknologi Informasi | Leave a comment

Tugas UTS No. 4

Tahap 1. Bisnis dan Tujuan Aplikasi
1. Mengidentifikasi persyaratan-persyaratan dan batasan.
a.Mengidentifikasi persyaratan busnis dan aplikasi.
Busnes yang kita tangkap adalah dimana mengelola parkir kendaraan disuatu mall
b.Menetapkan ruang lingkup.
Ruang dari busnis pada suatu mall yang mempunyai lahan terbatas untuk parkir dimana pengelolaan parkir perlu di atur dengan baik.
c.Mengidentifikasi persyaratan teknis dan Batasan Desain.
Namun dalam batasan desain tersebut mesin tersebut tidak mempunyai alat otomatis sehingga masih menggunakan operator sebagai alat bantu, serta bagaimana desain dari aplikasi parkir tersebut dapat dengan nyaman digunakan oloeh user.

Dalam User Experience ini
Easy of use. (Usability) dari aplikasi ini bagaimana seorang user akan mudah memasukkan nomor kendaraan.
Information Design dari Aplikasi ini :
1.Memasukkan data authentikasi sebagai petugas parkir yang diketikkan melalui keyboard.
2.Mencatat (merekam) data kendaraan. Data yang dimasukkan adalah nomor plat polisi kendaraan yang masuk. Kemudian ada informasi data petugas dan jam masuk kendaraan serta nomor plat polisinya yang akan ditampilkan saat proses pemasukkan data ini.
3.Mencatat (merekam) data kendaraan. Data yang dimasukkan adalah nomor plat polisi kendaraan yang akan keluar dan jam keluar kendaraan. Kemudian terdapat informasi total biaya parkir yang harus dibayar.

Tahap 2 Analysis dan Concept Model

kunciuts-pagi

1.Use Case Login :

User ingin masuk pada sistem smart parking
Menjelaskan proses inisialisasi (pengabsahan) peugas parkir

a.Petugas parkir memasukkan user name dan password melalui keyboard melalui keyboard saat smart parking nulai dioperasikan.
b.User menekanan tombol enter atau tombol login.
c.Smart parking memverifikasi data yang dimasukkan.
d.Jika betul maka sistem menerima.
e.Sistem akan menampilkan form sesuai dengan petugas parkir masuk atau keluar.

2.Use case Pencatatan Kendaraan Masuk.

a.Smart parking menampilkan data petugas parkir masuk.
b.User memasukkan nomor plar polisi kendaraan masuk.
c.User menekan tombol enter di keyboard.
d.Smart Parking menampilkan informasi nomor plat kendaraan yang masuk.
e.Smart Parking menyimpan data plat nomor yang sudah dimasukkan, beserta jam masuk (dari sistem) dan nama petugas yang mencatat.
f.Sistem mencetak tiket parkir
g.Sistem akan menampilkan data petugas parkir lagi.

3.Use Case Pencatatan Kendaraan Keluar.
a.Smart parking menampilkan data petugas parkir keluar.
b.User memasukkan nomor plat kendaraan yang akan keluar.
c.User mencocokkan nomor plat kendaraan dengan nomor yang di tiket.
d.User menekan Enter atau tombol OK.
e.Smart Parking melakukan pencocokan nomor plat dengan data yang tersimpan.
f.Petugas parkir mencatat jam keluar sesuai dengan jam sistem.
g.Smart parking menghitung biaya parkir kendaraan dan menampilkan biaya.
h.Petugas parkir keluar menerima pembayaran dan menekan tombol Enter di keyboard atau tombol OK di layar monitor.
i.Smart parking merekam data untuk kendaraan dengan plat nomor tersebut dan diberi status Keluar.

Data Model :
Menggunakan ER diagram Basisdata.
er_parkir
Tahap 3 Design dan Spesifikasi
Prototype
Proses Authentifikasi
login1
Entri Data Kendaraan Masuk.
masuk1

Entri Data Kendaraan Keluar.
keluar

Setelah Selesai Tahap Prototype ini dikonsultasikan ke User sebagai pengguna yang berpenalaman sehingga pada saat terjadi perubahan tesebut pihak development sudah mempunyai batasan dari sistem.

Tahap 4 Development, Integrasi dan Implemetasi.

1.Dalam tahap tersebut diadakan pengembangan atau development dari yang sudah dilakukan konsultasi dengan user sehingga user menyetujui.
2.Dilaksanakan penginstalan dan integrasi aplikasi dalam atau implemetasi dari sistem tersebut.

Posted in Tugas | Leave a comment

Tugas RPL

Definisi dari requirement sebagai tujuan utama dan hal-hal yang terkait di dalam requirement baik analisa requirements , pendokumentasian requirements, dan peranan dari requirement di dalam proses perekayasaan sebagai penambahan pemahaman. Requirement pada proses rekayasa adalah suatu dokumentasi dari kebutuhan-kebutuhan dimana suatu layanan atau suatu produk harus dapat memenuhinya. Untuk selanjutnya requirement dibutuhkan sebagai masukan pada tahap desain di suatu perekayasaan .

Requirements adalah suatu deskripsi umum yang harus diturunkan menjadi sub-sub deskripsi khusus yang menjabarkan dari apa yang harus ada, apa yang harus dipenuhi, dan apa yang menjadi batasan dalam suatu proses rekayasa. Sebagai contoh pada rekayasa sistem, requirements adalah atribut terdefinisi sistem yang harus ada sebelum dan selama proses pendesainan sistem(sebagai masukan pada proses desain sistem). dan dengan kata lain requirements menjabarkan apa dan bagaimana harapan dari suatu sistem yang akan dibuat tanpa menyertakan bagaimana cara sistem tersebut mencapainya. Analisa Requirements Proses analisa requirements adalah proses mendapatkan pemahaman dari apa yang dibutuhkan oleh user dan apa yang menjadi harapan dari user. Tahapan dari analisa requirements adalah sebagai berikut :

1. Identifikasi serta persyaratan Menggunakan pendekatan berpusat pada penggguna dan melibatkan pengguna

2.Analisis yang lebih mendalam dari pengguna Mengamati dan interview bicara dengan pengguna menguji kinerja dari pengguna memodelkan cara kerja.

3.Interaksi dan navigasi design Memuaskan dan nyaman untuk digunakan

4. User Interface Design Visibility = fungsinya jelas, bagian2 jelas, simbol yang jelas feedback = ada umpan balik dari interaksi design constrain = memberikan batasan yang jelas untuk pengguna

5.  Aplikasi dan Tes Program Program yang selesai akan mengalami Tes untuk kenyamanan pengguna sehingga pengguna akan membandingkan dengan pengalaman sebagai user.

Aspek Dari Kualitas Pengguna dapat di gambarkan sebagai berikut :

Tahapan Proses User Experience

1. Seperti pada Gambar Berikur :

Tahap 1

tahap1a

Tahap 2 : tahap21

Tahap 3:

tahap2a

Tahap 4 :

tahap3

Posted in Tugas | Leave a comment